Many thanks to Dante Gabriel Morier Rossetti for help us to review this ebook Eskatologi Kristen Akhir Zaman Eskatologi Saksisaksi Yehuwa Bait Allah. Kategori:Kristen eskatologi; dewiki Kategorie:Eschatologie (Christentum); elwiki Κατηγορία:Χριστιανική εσχατολογία; enwiki Category:Christian eschatology . bukan orang Kristen, tapi saya bisa membayangkan bahwa harapan, yang eskatologi Kristen dengan kemungkinan tata baru dalam kehidupan di bumi.

Author: Tushura Kagarr
Country: Libya
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 10 December 2013
Pages: 197
PDF File Size: 19.52 Mb
ePub File Size: 1.80 Mb
ISBN: 857-5-68325-615-9
Downloads: 71789
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Akigul

Sudah menjadi anggapan tradisi bahwa pengarangnya adalah rasul Yohanes. Berikut adalah bukti yang mendukung dan yang menentang bahwa rasul Yohanes adalah pengarangnya. Meski kebanyakan pihak dari zaman mula-mula mendukung bahwa pengarangnya bersifat apostolik maksudnya pengarangnya adalah Yohanesada beberapa yang tidak, khususnya Dionysius dari Alexandria. Dengan cara membandingkan Injil Yohanes dengan Wahyu Dionysius berkesimpulan bahwa kedua pengarangnya tidak mungkin adalah orang yang sama.

Karena dia yakin bahwa kitab Injil yang keempat itu bersifat eskatologk, maka ia harus menolak sifat apostolik dalam kitab Wahyu. Dionysius tidak memberitahu kepada kita adlah motivasi atas penolakan tersebut. Pada saat itu aliran teologi Alexandria, termasuk didalamnya Dionysius, menentang doktrin kerajaan milenial yang dengan gamblang diajarkan pada pasal 20 dengan mengacu pada seribu tahun.

Namun apakah Dionysius benar? Guthrie memberi tiga alasan mengapa kesaksian Kristeen perlu dikesampingkan. Oleh sebab itu, kritik tersebut bukan eslatologi kesaksian orang-orang Kristen pada abad ke-tiga, melainkan hanya merupakan penilaian yang berbeda dari kritik abad ke-duapuluh.

Kita akan melihat alasan kedua diatas kemudian akan membahas yang pertama dan yang ketiga sekaligus. Akan tetapi perlu diperhatikan disini bahwa Dionysius sebenarnya mendasarkan pendapatnya itu apapun motivasi yang ia miliki pada bukti-bukti kdisten dan eksternal.

Kategori:Kristen eskatologi

Sebenarnya, pendapatnya itu sangat kuat sehingga selama bebeapa waktu saya menjadi meyakininya! Guthrie melukiskan satu gambaran yang seragam mengenai pandangan modern yang sebenarnya sama sekali tidak seragam: Kedua, meski Dionysius tidak menyatakannya secara langsung, namun ia mendasarkan pandangannya pada kesimpulan di zaman mula-mula. Untuk itu sebaiknya kita melihat eskwtologi Papias, karena ada banyak hal yang bergantung pada komentarnya tersebut.

Meski pernyataan Papias tidak mengatakan apapun mengenai siapa pengarang kitab Wahyu, nampaknya pernyataan Papias tersebut memungkinkan adanya dua Yohanes yang tinggal di Efesus yang terkenal itu.

Dalam Fragments of Papias 2: Karena saya tidak senang dengan mereka yang mengemukakan banyak hal meski hal seperti eskatolofi disukai jemaat 10kecuali dengan mereka yang mengajarkan kebenaran.

Saya juga tidak senang dengan mereka yang mengingat perintah-perintah yang lain, kecuali [hanya] dengan mereka yang [mengingat perintah-perintah] dari Tuhan yang telah diberikan dalam iman dan yang datang darinya dalam kebenaran. Karena saya tidak tergoda [dalam pandangan bahwa] perkataan dalam kitab-kitab itu memberi keuntungan pada saya sedikitpun sama seperti kebanyakan dari perkataan yang dari suara yang hidup dan teguh. Perkataan yang terkenal diatas, yang dikutip dalam Eusebius, HE 3.

Bukti untuk ini adalah sebagai berikut. Keduanya menyebutkan Yohanes, langsung atau tidak langsung, memiliki gelar tersebut kepada orang tersebut. Artikel ini mungkin bersifat anaforis. Namun secara jujur, kata sandang tersebut jelas tidak bersifat anaforisdan orang mungkin akan dengan wajar berharap ada sejumlah qualifier jika Papias berkehendak untuk menyatakan dengan jelas Yohanes yang satu dari yang lainnya.

Tentu saja, tidak ada seorang pun yang bernama Ariston dalam daftar murid Tuhan, kecuali yang disebutkan disini, jadi argumen ini tidak terlalu kuat seperti pada kisten.

Ia nampaknya memaksudkan demikian dalam kalimat yang mengikutinya.

Kita tidak bermaksud berinterkasi dengan argumen-argumen ini, juga eskxtologi bermaksud menjelaskannya dengan mendetai; kami hanya bermaksud membuat sketsa kerangka kerja bagaimana pernyataan Papias bisa dipahami secara berbeda. Namun, perlu dikemukankan disini bahwa 1 ada beberapa keraguan bahwa Papias sungguh menyebutkan dua orang yang bernama Yohanes, meski Dionysius kemungkinan menjadikan pernyataan ini sebagai landasan.

Kasusnya jelas masih perlu diselesaikan dengan cara lain. Daftar penulis bapak Gereja yang menerima kepengarangan apostolik sungguh mengesankan dan terjadi sejak awal: Kalu Origen termasuk dalam daftar itu sangatlah berarti, karena di sama seperti Dionusius adalah dari aliran Alexandria.

  BIEFELD BROWN EFFECT PDF

Akan tetapi, kitab Wahyu tidak ditolak terutama mengenai kepengarangannya, melainkan mengenai persoalan perspektif teologis—yakni, berkaitan dengan chiliasm. Secara internal, bukti yang mendukung kepengarangan apostolik tidaklah terlalu kuat. Sejujurnya, ini adalah esktologi meresahkan banyak sarjana saat ini. Pertama, ia dikenal dengan namanya saja oleh ketujuh gereja yang ia tulis.

Ini akan lebih bisa dipercaya jika tulisan tersebut memang ditulis oleh rasul Yohanes. Kedua, ia mengharapkan gereja-gereja tersebut memberi respon yang baik dan mentaati tulisannya, karena ia menyampaikannya dengan otoritas cf. Guthrie membicarakan banyak mengenai hal ini, meski hampir tidak pernah memberi komentar bahwa kebanyakan yang terdapat dalam kitab Wahyu itu dikarenakan oleh sifatnya yang bersifat nubuatan.

Ini merupakan argumen yang terkuat yang mendukung kepengarangannya.

Secara khusus ada kesamaan kuat antara tulisan ini dengan Injil yang keempat. Keduanya memiliki ide-ide yang sama, motif-motif teologi yang sama, istilah-istilah yang sama. Memang, orang bisa berkata bahwa Wahyu lebih mendekati Injil keempat dalam pikiran dan gaya dibandingkan dengan kitab lainnya dalam kanon PB.

Ada laporan bertentangan di zaman dahulu mengenai kematian rasul Yohanes. Selanjutnya, kalau tulisan ini ditanggalkan pada akhir abad pertama—dan meski rasul Yohanes masih hidup pada zaman tersebut—bisakah orang setua itu menulis sejelas itu?

Kategori:Kristen eskatologi – Wikipedia

Akan tetapi tidak perlu banyak memikirkan hal ini karena krizten mengenai kematian Yohanes agak lunak, dan karena kita tidak mengetahui berapa usianya saat ia kristej sebagai murid saat itu ia bisa saja baru berumur 20 awal, mungkin lebih eskatoolgikita tidak bisa memberi komentar mengenai kekuatannya pada usia yang kean.

Persoalan teologi lebih kuat dibanding persoalan sejarah. Penekanan para Trinitas sebagai seorang penilik Patmos cukup berbeda dari yang dilakukan oleh Yohanes si penginjil. Perbedaan ini tidak terlalu berarti kalau kita menyadari bentuk tulisan dan tujuan kitab ini.

Namun ada satu perbedaan teologis yang sangat berarti. Kalau Injil keempat menekankan eskatologi yang telah nyata, Wahyu menekankan eskatologi futuristik. Kenyatannya akan sulit untuk menemukan doa perspektif eskatologis yang lebih ekstrim dalam eskatologj. Saya sebelumnya berpikir sungguh tidak mungkin penulis Injil bisa tertarik dengan eskatologi futuristik. Namun setelah yakin bahwa kemungkinan Yohanes penginjil jugalah yang menulis ketiga surat Yohanes, kristwn bisa melihat bagaimana ia bisa membuat pernyataan-pernyataan eskatologisnya.

Sebenarnya, dalam rekonstruksi historis yang kami lakukan, kami menyarankan bahwa Injil Kristej ditulis tidak lama sebelum perang Yahudi pecah, ketiga surat Yohanes ditulis saat peperangan terjadi, dan kitab Wahyu ditulis sedikit jauh setelah peperangan tersebut. Peperangan yang dialami orang Yahudi sungguh mempengaruhi pandangan dan cara menulis Yohanes, dan kalau dia menulis Wahyu 30 tahun sesudahnya, ia memiliki waktu untuk dskatologi motif teologi yang baru bagi dirinya.

Selanjutnya, kalau tulisan ini ditulis di zaman pemerintaahan Domitian yang penuh teror, penulis dengan mudah bisa melihat satu pengenapannya di zamannya, jika bukan di akhir zaman. Dengan demikian, rasul Yohanes mungkin yang menulis keduanya. Banyak kesalahan tatbahasa dalam kitab Wahyu! Kelihatannya sangatlah tidak meragukan bahwa penggunaan taabahasa dalam kitab ini berbeda dengan yang terdapat dalam Injil. Namun yang menjadi persoalan sebenarna adalah apakah orang yang sama yang membuat perbedaan-perbedaan ini.

Mengenai persoalan lingustik, nampaknya tidak mungkin orang yang sama yang mengarang Injil dan Wahyu yang hanya berselang beberapa tahun saja. Tidak hanya perbedaan linguistik, namun juga ada perbedaan dalam memahami tuisan-tulisan dalam Alkitab. Banyak sarjana yang mendukung kepengarangan apostolik untuk kedua buku itu akan berpendapat bahwa kitab Wahyu ditulis lebih dulu kemudian injil Yohanes. Alasannya adalah bahwa rasul Yohanes memerlukan waktu untuk memperbaiki bahasa Yunaninya.

Namun pendapat ini salah dalam dua hal 1 itu mengabaikan persoalan psikologis: Apakah mungkin ia bisa memperbaiki bahasanya selama tigapuluh tahun kemudian, kalau ia berbicara dan menulis kriwten cara tertentu selama lebih dari setengah abad?

Kami setuju bahwa tidak mungkin Yohanes menulis kedua kitab itu di waktu yang sama. Bukti linguistik juga dalam penggunaan Alkitab meyakinkan kami akan hal ini.

  AUTOCAD 2010.MODELLAZIONE 3D E RENDERING PDF

Namun kami ingin mengemukakan pandangan lain: Kami yakin ia menulis Injil pada usia 60an. Tigapuluh tahun kemudian setelah menggembalakan jemaat di Asia Kecil, bahasa Yohanes bisa saja dengan eskatolofi menjadi sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Alkitab yang ia ajarkan.

Ini biasanya terjadi pada pengkhotba lanjut usia yang menggunakan Alkitab Esktaologi James selama hidupnya. Pada usiannya yang semakin tua ia akan hampir kurang bisa memahami ungkapan-ungkapan modern! Dalam krosten Wahyu setidaknya ada hampir 40 referensi dari PL, meski tidak satupun yang langsung menggunakan sintaksis asli dari PL yang ia pakai, meski sintaksi seperti itu akan tidak sesuai dengan konteks tulisannya sendiri cf. Kebanyakan diantaranya memang disengaja; tapi banyak juga yang tidak.

Namun saat Yohanes menjadi semakin tua, bahasa alkitab menjadi bagian dari struktur linguistik yang ia buat. Sebagai kesimpulan, kami berpikir bahwa keseimbangan bukti yang ada masih mendukung eskatollgi apostolik, meski pada saat rasul Yohanes menulis Injil keempat pasti lebih dulu dari saatnya ia menulis kitab Wahyu dalam beberapa tahun.

Yohanes adalah pengarang kitab Wahyu. Sebenarnya, atas analogi perkataan Yesus dalam Matt Tanpa memastikan penanggalan yang mendetail, kami yakin bahwa kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Domitian c. Meski ada edkatologi yang baik kalau menanggalkannya pada pemerintahan Nero lihat Robinsondalam hal pembahasan kita mengenai kepengarangan apostolik juga karena perbedaan linguistik dibandingkan dengan Injil yang keempat, kami lebih suka penanggalan tradisional karena kami telah yakin dengan tahun ke 60an untuk Injil.

Kitab Wahyu ditulis kepada ketujuh jemaat di dataran Asia Kecil.

Meski beberapa sarjana lebih suka melihat ketujuh jemaat ini sebagai wakil dari ketujuh zaman yang berbeda dalam sejarah gereja, namun tidak ada pembenaran untuk pandangan seperti ini yang didukung oleh teks itu sendiri ataupun dari sejarh gereja. Akan tetapi ketujuh gereja ini mungkin dipilih karena mewakili macam-macam gereja dan orang Kristen yang dikenal Yohanes dan yang ia layani. Latarbelakan tulisan ini sangat mungkin terjadi saat penganiayaan gencar terjadi pada orang-orang Kristen 1: Jika ini berkaitan dengan penganiayaan yang dilakukan oleh Domitianic, maka Penilik Patmos ini akan berpikir sampaikapan eskaton itu akan terjadi.

Kemungkinan besar ia menyakini bahwa penganiayaan yang ia alami menunjukkan bahwa akhir zaman itu telah sangat dekat. Saat itu berakhir, ada satu gelombang penggenapan sama seperti saat Hadrian meratakan Yerusalem pada CE akan menjadi gelombang ketiga, dst.

Namun harapan eskatologis selalu ada dalam tulisan-tulisan PB—khususnya dalam masa-masa sulit, sama seperti pentingnya kesabaran yang selalu diperlukan.

Kitab Wahyu ditujukan untuk mendorong orang percaya dalam penganiayaan di zaman Romawi, dengan mengungkapkan bahwa Mesias mereka masih memegang kendali dan pada akhirnya akan menjadi pemenang. Dikaitkan dengan keadaan di zaman sekarang, meski saya meyakini posisi futuris ada banyak kebenaran dalam posisi preteris.

Paling tidak Yohanes menggunakan keadaan di zamannya sebagai referensi awal dalam interpretasi teksnya, dan lebih dari itu, ia sendiri mungkin menulis tulisannya dengan cara seperti itu karena ia berpikir akhir zaman telah sangat dekat.

Sejalan dengan tujuan ini, maka orang yang menafsirkan Wahyu dengan satu aliran saja akan kehilangan banyak yang disiratkan dalam kitab ini. Kedua, para penafsir aliran historikal tidak pernah bisa dengan memuaskan menjelaskan mengapa satu nubuatan umum harus dibuat menguntungkan kekaisaran Roma bagian barat….

Ketiga, kalau memang pendekatan historis-berlanjut benar, maka prediskinya akan cukup mudah agar para pembacanya [yang mula-mula] bisa memahami apa maksudnya [cf. Kesalahannya tidak terdapat dalam apa yang ditegaskannya melainkan banyak dalam apa yang dibantahnya.

Pendakatan kita terhadap kitab Wahyu pada dasarnya adalah dari perspektif futuris, meski aliran preteris dan idealis tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan karena nampaknya juga ini merupakan bagian dari tujuan pengarangnya.